Impact Change on Climate Change to Capture Fisheries in Indonesia

Perubahan iklim yang terjadi saat ini memberikan dampak pada berbagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia.   Sektor perikanan adalah salah satu sektor yang terkena pengaruh yang cukup besar dari dampak perubahan iklim. Hal ini dikemukakan oleh Cheung dkk (2010) dan ICCSR (2010). Dalam sektor perikanan ini, kesulitan dalam penentuan waktu musim dan paceklik ikan adalah dampak yang harus dihadapi akibat dari perubahan iklim tersebut. Kesulitan ini pun berpengaruh terhadap penentuan lokasi potensi penangkapan ikan yang memiliki pengaruh signifikan dalam produktivitas sektor perikanan tangkap (Kunarso, 2014). Penelitian yang dilakukan oleh Iskandar (2008) menyebutkan bahwa hasil tangkapan ikan tuna bervariasi setiap tahunnya. Hal ini berkaitan dengan variasi iklim antar tahunan yang saat ini makin sering terjadi sebagai akibat perubahan iklim (Cai, 2014). Cheung, dkk (2010) mengindikasikan penurunan potensi penangkapan ikan sekitar 40% di daerah tropis antara tahun 2005 – 2055. Perubahan dan variabilitas iklim di pesisir dan laut dapat berdampak pada ketidakpastian waktu dan lokasi terjadinya potensi perikanan tangkap (fishing ground). Akibatnya, nelayan tangkap menjadi lebih sulit menyusun rencana waktu melaut dan lokasi yang dituju, karena selama ini mereka memperkirakan musim dengan intuisi saja. Problem tersebut bertambah mengingat keterbatasan kapasitas kapal yang dimiliki nelayan guna menjangkau fishing ground yang umumnya berada di tengah laut dan berombak besar. Problem yang lain adalah bagaimana mengantisipasi kondisi melimpahnya atau sebaliknya menurunnya potensi perikanan tangkap akibat faktor iklim tersebut. Impact Change ICCTF  

Berita Terkait